Yogyakarta, 28 Oktober 2025 — Program Magister Pengelolaan Lingkungan, Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM), bekerja sama dengan Chiba University, Jepang, menyelenggarakan Kuliah Dosen Tamu bertajuk “Remote Sensing for Environmental Science” di Fakultas Geografi UGM. Kegiatan ini mengusung tema “Building the Future of the Environment through Spatial Data Innovation and Academic Collaboration”, yang menekankan pentingnya inovasi data spasial dan kolaborasi lintas disiplin untuk menghadapi tantangan lingkungan global.

Acara dibuka dengan sambutan oleh Prof. Ir. Siti Malkhamah, M.Sc., Ph.D., Dekan Sekolah Pascasarjana UGM, yang menegaskan bahwa kolaborasi akademik lintas negara menjadi kunci dalam menjawab isu-isu lingkungan yang semakin kompleks. “Pemanfaatan teknologi data spasial harus menjadi fondasi dalam upaya pembangunan berkelanjutan. Sinergi riset dan pendidikan lintas disiplin akan memperkuat kontribusi kita terhadap pencapaian tujuan SDGs, terutama pada poin Climate Action (SDG 13) dan Sustainable Cities and Communities (SDG 11),” ujar Prof. Siti Malkhamah dalam sambutannya.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Prof. Muhammad Kamal, S.Si., M.GIS., Ph.D., Dekan Fakultas Geografi UGM, yang menyoroti kerja sama strategis antara UGM dan Chiba University sebagai langkah penting dalam memperkuat kapasitas riset dan pendidikan di bidang penginderaan jauh serta ilmu lingkungan. “Kemitraan ini diharapkan tidak hanya memperluas wawasan akademik, tetapi juga menghasilkan solusi konkret bagi pengelolaan sumber daya alam dan mitigasi bencana di Indonesia,” jelasnya.
Sesi kuliah pertama dibawakan oleh Prof. Tomoaki Tanaka, M.D., Ph.D., dari Graduate School of Medicine, Chiba University. Dalam paparannya, beliau mengulas dua topik utama, yakni “Tumor Suppressor p53c and Stem Cell Regulation” serta “The Mission of Research Institute of Disaster Medicine and Initiatives toward Building a Resilient Society.” Melalui riset lintas bidang kedokteran dan kebencanaan, Prof. Tanaka menekankan pentingnya integrasi ilmu kesehatan dan lingkungan dalam membangun masyarakat yang tangguh terhadap risiko bencana — sejalan dengan tujuan Good Health and Well-being (SDG 3) dan Resilient Infrastructure (SDG 9).
Kuliah dilanjutkan oleh Prof. Josaphat Tetuko Sri Sumantyo, Ph.D., Direktur Josaphat Microwave Remote Sensing Laboratory (JMRSL), Chiba University. Dalam sesi yang interaktif dan inspiratif, Prof. Josaphat membahas “Remote Sensing for Environmental Science” dengan fokus pada “Establishment of Interdisciplinary Hub for AI Disaster Mitigation and Sustainability Using Advanced Remote Sensing Technologies.” Beliau memaparkan perkembangan teknologi mutakhir seperti Synthetic Aperture Radar (SAR), Ground Penetrating Radar (GPR), Mobile Satellite Communication, dan Microsatellite, yang berperan besar dalam mitigasi bencana, pemantauan lingkungan, serta pembangunan berkelanjutan.
Melalui kuliah dosen tamu ini, baik UGM maupun Chiba University berkomitmen untuk memperkuat jejaring riset dan pengembangan akademik di bidang penginderaan jauh, serta berkontribusi nyata terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan inovasi ilmiah dan teknologi yang mendukung ketahanan lingkungan, peningkatan kualitas hidup masyarakat, serta keberlanjutan planet di masa depan.