Mahasiswa Baru Magister Pengelolaan Lingkungan Ikuti Matrikulasi Lapangan di Gumuk Pasir Parangtritis dan Graben Bantul

Bantul, 14 Agustus 2025 – Program Studi Magister Pengelolaan Lingkungan, Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, menyelenggarakan kegiatan matrikulasi lapangan bagi mahasiswa baru angkatan 2025 di kawasan Gumuk Pasir Parangtritis dan dataran fluviovulkanik Graben Bantul. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengenalan awal mengenai karakteristik lingkungan pesisir dan dataran aluvial, sekaligus membekali mahasiswa dengan pemahaman komprehensif terkait potensi, tantangan, serta risiko lingkungan yang ada.

Dalam kegiatan tersebut, Dr. Langgeng Wahyu Santoso memaparkan aspek geomorfologi pesisir Parangtritis, termasuk asal-usul proses pembentukan bentanglahan, serta penjelasan mengenai perbedaan istilah shore dan beach. Beliau juga menyoroti potensi ekologi kawasan pesisir, antara lain keberadaan flora khas seperti widuri dan cemara udang, serta fauna penting berupa konservasi penyu dan burung migrasi dari Australia yang singgah di wilayah tersebut.

Selain potensi ekologi, Dr. Langgeng juga mengingatkan mahasiswa akan kerentanan kawasan pesisir selatan Jawa terhadap bencana tsunami dan gempa bumi. Namun demikian, secara alami kawasan ini memiliki beting gisik yang berfungsi sebagai barier. Dengan sifat pasirnya yang porus, beting gisik mampu menyerap air dengan cepat sehingga dapat memperlambat laju arus tsunami dan berperan sebagai mekanisme mitigasi alami.

Selanjutnya, Dr. Rika Harini menekankan pentingnya melihat kawasan pesisir dari perspektif potensi ekonomi sekaligus risiko lingkungan. Beliau menyoroti ancaman pencemaran lingkungan yang ditimbulkan oleh limbah amoniak yang berasal dari aktivitas wisata maupun peternakan di sekitar kawasan. Hal ini, menurutnya, perlu menjadi perhatian bersama agar pemanfaatan kawasan pesisir tetap selaras dengan upaya pelestarian lingkungan.

Kegiatan matrikulasi lapangan ini diharapkan dapat memperkaya wawasan mahasiswa baru mengenai keterkaitan antara aspek fisik, ekologi, ekonomi, dan risiko lingkungan. Dengan demikian, mahasiswa Magister Pengelolaan Lingkungan UGM memiliki landasan awal yang kuat untuk mengembangkan kajian akademis dan praktik pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*