Yogyakarta – Program Magister Pengelolaan Lingkungan (MPL) Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjembatani dunia akademik dan dunia usaha melalui kunjungan industri ke Environesia Group. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan pembelajaran berbasis praktik sekaligus implementasi kolaborasi nyata di sektor lingkungan.
Kunjungan tersebut merupakan rangkaian dari program kuliah praktisi yang menghadirkan CEO Environesia Group, Saprian, sebagai dosen tamu. Dalam sesi tersebut, Saprian membagikan pengalaman dan dinamika lebih dari 15 tahun berkecimpung dalam industri jasa konsultasi dan laboratorium lingkungan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan profil perusahaan serta gambaran menyeluruh mengenai proses bisnis Environesia Group. Mahasiswa kemudian mengikuti office and laboratory tour untuk melihat secara langsung sistem kerja perusahaan, mulai dari proses pemasaran, manajemen operasional, hingga tahapan teknis pada layanan konsultansi dan laboratorium lingkungan.
Ketua Program Studi MPL UGM, Dr. Langgeng Wahyu Santosa, menekankan pentingnya keselarasan antara riset akademik dan kebutuhan industri. Menurutnya, kolaborasi yang terstruktur dapat memastikan hasil penelitian tidak berhenti pada tataran laporan ilmiah semata, tetapi mampu diwujudkan menjadi solusi aplikatif.
Ia juga menyoroti pendekatan pentahelix—yang melibatkan unsur pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media—sebagai strategi percepatan pembangunan berkelanjutan. Model pembelajaran berbasis industri seperti ini, lanjutnya, perlu terus diperluas agar mahasiswa memiliki pemahaman kontekstual terhadap tantangan lapangan.
Sementara itu, Saprian menyampaikan bahwa sektor bisnis lingkungan memiliki peluang besar untuk berkembang secara profesional dan berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan usaha di bidang ini menuntut kemampuan adaptasi, kepatuhan terhadap regulasi, serta keberanian untuk mengeksekusi gagasan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa bisnis lingkungan adalah sektor yang realistis dan berdampak. Tidak perlu menunggu sistem yang sempurna untuk memulai. Yang terpenting adalah bergerak, belajar dalam proses, tetap taat aturan, dan berorientasi pada solusi,” ujarnya.
Kunjungan industri ini dinilai sebagai langkah progresif dalam sistem pembelajaran MPL UGM. Selain memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa, kegiatan tersebut turut mempertegas peran UGM dalam membangun kolaborasi strategis antara perguruan tinggi dan industri di bidang pengelolaan lingkungan.