Kuliah Lapangan Magister Pengelolaan Lingkungan: Pembelajaran Pengelolaan Ekosistem DAS Progo dari Hulu hingga Hilir

Yogyakarta, 8 November 2025Program Studi Magister Pengelolaan Lingkungan melaksanakan kegiatan kuliah lapangan sebagai bagian dari proses pembelajaran mata kuliah Pengelolaan Ekosistem Daerah Aliran Sungai (DAS). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam memahami konsep dan implementasi pengelolaan DAS secara terpadu dari hulu hingga hilir.

Lokasi pertama yang dikunjungi adalah wilayah hulu DAS Progo, tepatnya di Desa Gerbosari, Kecamatan Samigaluh, dan Desa Banjarasri, Kecamatan Kalibawang. Di lokasi ini, mahasiswa melakukan pengamatan terhadap kondisi DAS hasil rehabilitasi yang dilaksanakan oleh PT Bharinto Ekatama. Program rehabilitasi tersebut meliputi kegiatan penanaman berbagai jenis pohon buah, antara lain alpukat, durian, kelengkeng, dan jenis tanaman produktif lainnya.

Selain pengamatan lapangan, mahasiswa juga melakukan wawancara dengan kelompok tani hutan yang menjadi mitra dalam kegiatan rehabilitasi. Dari hasil wawancara, diketahui bahwa masyarakat memperoleh berbagai manfaat ekonomi dan ekologi dari program tersebut, seperti peningkatan pendapatan, perbaikan tutupan lahan, dan peningkatan kesadaran terhadap pentingnya pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

Lebih lanjut, kegiatan rehabilitasi ini turut mendorong perubahan pola pikir masyarakat dalam mengelola lahan. Jika sebelumnya masyarakat cenderung menanam tanaman kayu dengan sistem “sekali tanam habis”, kini mereka beralih ke tanaman buah-buahan musiman yang dapat memberikan hasil secara berkelanjutan setiap tahun. Perubahan ini menjadi salah satu indikator keberhasilan program rehabilitasi dalam menciptakan praktik pengelolaan lahan yang lebih produktif dan ramah lingkungan. Perubahan ini menunjang pengelolaan lahan berkelanjutan sekaligus meningkatkan ketahanan ekonomi rumah tangga.

Temuan-temuan tersebut selaras dengan beberapa target SDGs, antara lain:

  1. SDG 1 (No Poverty) melalui peningkatan pendapatan dari hasil buah tahunan,
  2. SDG 2 (Zero Hunger) melalui diversifikasi produksi pangan berbasis buah-buahan,
  3. SDG 13 (Climate Action) melalui peningkatan tutupan vegetasi yang membantu reduksi emisi dan adaptasi perubahan iklim,
  4. SDG 15 (Life on Land) melalui rehabilitasi lahan dan peningkatan kualitas ekosistem.

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan menuju wilayah hilir DAS Progo, tepatnya di kawasan Jembatan Pandansimo. Pada bagian hilir ini, mahasiswa melakukan pengamatan terhadap kondisi ekosistem perairan dan pesisir sebagai bentuk evaluasi terhadap keterkaitan antara pengelolaan di hulu dan dampaknya di hilir.

Melalui kegiatan kuliah lapangan ini, mahasiswa diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai keterpaduan sistem ekologi dalam satu kesatuan DAS, serta pentingnya sinergi antara sektor swasta, masyarakat, dan pemerintah dalam pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*