
Yogyakarta, 28 Oktober 2025 — Program Magister Pengelolaan Lingkungan (MPL), Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM), bersama Chiba University, Jepang, resmi meluncurkan Environmental Spatial Data Analysis System sekaligus menggelar kegiatan Studio Orientation di Fakultas Geografi UGM. Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam upaya memperkuat kapasitas akademik, riset kolaboratif, serta inovasi pembelajaran di bidang pengelolaan lingkungan berbasis teknologi spasial.
Acara pembukaan dan peresmian dilakukan oleh Prof. Ir. Siti Malkhamah, M.Sc., Ph.D., Dekan Sekolah Pascasarjana UGM. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa pengembangan sistem dan studio ini merupakan langkah strategis untuk memadukan pendekatan spasial, teknologi, dan keberlanjutan lingkungan dalam satu platform pembelajaran terpadu.
“Studio ini kami rancang sebagai ruang inovasi yang mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis dan kreatif melalui pendekatan studio-based learning. Dengan dukungan teknologi spasial, diharapkan mahasiswa dapat menghasilkan analisis lingkungan yang lebih akurat, relevan, dan berorientasi pada solusi nyata,” ujar Prof. Siti Malkhamah.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh delegasi dari Chiba University yang melakukan kunjungan langsung ke Studio Magister Pengelolaan Lingkungan. Dalam kesempatan tersebut, para tamu disambut hangat oleh civitas akademika UGM dan mendapatkan penjelasan mengenai konsep pengembangan studio, arah riset, serta potensi kerja sama akademik dan penelitian di masa depan. Kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen kedua universitas dalam membangun jejaring riset internasional di bidang environmental science dan spatial data innovation.
Studio Pengelolaan Lingkungan UGM dikembangkan dengan dua fokus utama:
-
Pemanfaatan teknologi geospasial dan penginderaan jauh untuk analisis dan pengelolaan lingkungan secara komprehensif.
-
Peningkatan kapasitas mahasiswa melalui kurikulum adaptif berbasis kebutuhan industri dan kebijakan lingkungan, disertai kegiatan lapangan, simulasi, serta real-world case studies sebagai implementasi pendekatan studio-based learning.
Melalui pengembangan Environmental Spatial Data Analysis System, mahasiswa dan peneliti diharapkan dapat mengakses data spasial lingkungan secara lebih cepat, akurat, dan terintegrasi. Sistem ini juga menjadi sarana penting dalam mendukung pengambilan keputusan berbasis data untuk perencanaan tata ruang, mitigasi bencana, serta pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.
Peluncuran sistem dan studio ini sejalan dengan komitmen UGM dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin Quality Education (SDG 4), Industry, Innovation, and Infrastructure (SDG 9), Sustainable Cities and Communities (SDG 11), serta Climate Action (SDG 13).
Kegiatan ini menegaskan peran UGM sebagai pelopor pendidikan tinggi yang berorientasi pada solusi lingkungan berkelanjutan dan inovasi akademik berbasis teknologi spasial.
“Melalui sinergi UGM dan Chiba University, kami berharap lahir generasi ilmuwan dan praktisi lingkungan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap keberlanjutan bumi dan masa depan manusia,” tutup Prof. Siti Malkhamah.